Muncar – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Senin (15/12/2025), mengakibatkan Sungai Damsingir meluap dan merendam ratusan rumah warga di Desa Tapanrejo, Kedungrejo, dan Kedungringin. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai satu meter.
Menanggapi kondisi tersebut, unsur TNI, Polri, dan Forpimka Kecamatan Muncar bergerak cepat melakukan penanganan darurat guna memastikan keselamatan warga. Danramil 0825/17 Muncar Kapten Inf Gunoto bersama jajaran langsung turun ke lokasi banjir untuk melakukan pemantauan dan membantu proses evakuasi.
Banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Muncar dan sekitarnya sejak pukul 15.00 WIB. Sekitar pukul 18.00 WIB, debit air Sungai Damsingir meningkat drastis hingga meluap ke pemukiman warga. Luapan air diperparah oleh tersumbatnya aliran sungai akibat hanyutnya dapur bambu yang tersangkut di jembatan utama Kedungringin.
Sejak pukul 19.00 WIB, anggota Koramil 0825/17 Muncar disiagakan di wilayah terdampak. Selanjutnya pada pukul 20.00 WIB, Basarnas dan BPBD Kabupaten Banyuwangi tiba di lokasi dan bersama TNI, Polsek Muncar, serta Pos AL Muncar melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet.
Sekitar pukul 21.40 WIB, debit air Sungai Damsingir mulai berangsur surut. Dua puluh menit kemudian, genangan air di rumah-rumah warga perlahan menurun. Warga bersama aparat TNI–Polri dan relawan langsung melakukan pembersihan rumah serta akses jalan. Jalur poros Sumberberas kembali dapat dilalui kendaraan.
Camat Muncar Trisetya Supriyanto, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan banjir. Hingga saat ini, tidak terdapat korban jiwa, sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
Sebagai tindak lanjut, pada Selasa (16/12/2025) pukul 07.00 WIB, Forpimka Kecamatan Muncar bersama relawan, Damkar, dan masyarakat melaksanakan kerja bakti membersihkan sisa lumpur dan material banjir. Selain itu, sebanyak 1.000 bungkus nasi disalurkan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas.
Kehadiran aparat di tengah masyarakat menjadi bukti nyata komitmen TNI–Polri dan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan serta rasa aman kepada warga, khususnya saat menghadapi situasi darurat bencana alam.
