Muncar– Pemerintah bersama unsur Forkopimka Kecamatan Muncar menggelar sosialisasi pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 46 Provinsi Jawa Timur yang berlokasi di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (8/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Blambangan tersebut dihadiri Camat Muncar Trisetya Supriyanto, S.STP., M.Si., Danramil 0825/17 Muncar Kapten Inf Gunoto, Kapolsek Muncar AKP Mujiono, S.Sos., Danpos AL Muncar Lettu Laut (P) Marjun, Kepala Desa Blambangan Boedi Santoso, serta perwakilan PT Nindya Karya selaku pelaksana proyek. Sekitar 50 warga dari Dusun Krajan dan Mangunrejo turut hadir mengikuti sosialisasi.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Blambangan Boedi Santoso menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan peluang besar bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu, untuk mendapatkan akses pendidikan yang setara. Ia juga mengakui adanya potensi dampak aktivitas proyek terhadap warga sekitar, namun berharap seluruh persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah.
Sementara itu, Danramil 0825/17 Muncar Kapten Inf Gunoto menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 46 merupakan program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pendidikan rakyat kurang mampu.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Kecamatan Muncar karena terpilih sebagai salah satu lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jawa Timur. Program ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam mencerdaskan rakyatnya,” ujar Kapten Inf Gunoto.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan proyek tersebut, menyampaikan aspirasi secara bijak, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog dan koordinasi dengan pemerintah desa maupun pihak pelaksana.
Penanggung jawab kegiatan dari PT Nindya Karya, Eko Yudi Pristanto selaku Site Operational Manager, menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 46 merupakan bagian dari rencana pembangunan 100 sekolah rakyat di seluruh Indonesia. Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 250 hari dan direncanakan mulai digunakan pada tahun ajaran baru Agustus 2026.
Ia juga menegaskan komitmen perusahaan untuk melibatkan warga lokal dalam proses pembangunan serta meminimalisasi dampak lingkungan, termasuk pengendalian debu, perbaikan jalan pasca-proyek, dan penataan area hijau di sekitar lokasi.
Dalam sesi tanya jawab, warga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait penataan pasar desa, penyerapan tenaga kerja lokal, batas pagar proyek, serta dampak kerusakan jalan. Seluruh masukan tersebut ditanggapi langsung oleh Camat Muncar dan pihak PT Nindya Karya dengan komitmen penyelesaian secara bertahap dan bertanggung jawab.
Kapolsek Muncar AKP Mujiono, S.Sos., dalam sambutannya mengapresiasi sikap terbuka dan kondusif warga Desa Blambangan. Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah persatuan.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan doa bersama dan berakhir pada pukul 11.15 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
