Babinsa Sumbersewu Monitoring Piodalan Pura Palu Kuning, Perkuat Kerukunan dan Kondusivitas Wilayah

Banyuwangi – Babinsa Desa Sumbersewu, Koramil Muncar, Serka I Gede Lanus Arta melaksanakan monitoring dan pengamanan kegiatan Piodalan di Pura Palu Kuning, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (10/00 WIB hingga selesai). Kegiatan keagamaan umat Hindu tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat dengan dihadiri sekitar 200 umat serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama.

 

Piodalan merupakan rangkaian upacara suci yang menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam pelaksanaannya, kegiatan mendapat pengamanan dan pemantauan dari aparat kewilayahan guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PHDI Kecamatan Muncar Miseri, Kepala Desa Sumbersewu Wastono, Babinsa Desa Sumbersewu Serka I Gede Lanus Arta, Bhabinkamtibmas Desa Sumbersewu Aiptu Budi Prasetyo, Dhuta Dharma Kabupaten Banyuwangi Ibu Dewi Mayang Anggraeni, S.Pd., Ketua PHDI Desa Sumbersewu Sugito, Ketua Panitia Piodalan Kasam Adi Wijaya, para Romo Mangku Banjar Pura Palu Kuning, serta umat Hindu dan undangan.

 

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan Sloka Weda oleh siswa-siswi SMAN 1 Srono, prakata panitia, sambutan dari Kepala Desa Sumbersewu dan Ketua PHDI Kecamatan Muncar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Dharma Wacana yang disampaikan oleh Dhuta Dharma Kabupaten Banyuwangi, Ibu Dewi Mayang Anggraeni, S.Pd.

 

Dalam Dharma Wacana tersebut disampaikan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama, meningkatkan nilai-nilai spiritual melalui sradha dan bhakti, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Pesan-pesan tersebut mendapat perhatian dan antusiasme dari seluruh peserta yang hadir.

 

Selama kegiatan berlangsung, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan perangkat desa terus melakukan koordinasi dengan panitia untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga. Selain itu, masyarakat juga diberikan imbauan agar senantiasa menjaga kondusivitas lingkungan selama pelaksanaan acara.

 

Serka I Gede Lanus Arta mengatakan bahwa kehadiran aparat kewilayahan dalam kegiatan keagamaan merupakan bentuk dukungan terhadap terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah.

 

“Melalui monitoring dan pengamanan yang dilakukan secara sinergis bersama unsur terkait, diharapkan seluruh kegiatan masyarakat dapat berjalan lancar serta semakin mempererat kerukunan dan persatuan di wilayah,” ujarnya.

 

Kegiatan Piodalan ditutup dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh seluruh Romo Mangku. Hingga acara berakhir pada pukul 14.00 WIB, situasi di sekitar Pura Palu Kuning terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan maupun kejadian menonjol.

 

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi cerminan kuatnya toleransi, kebersamaan, dan sinergi antara masyarakat, tokoh agama, pemerintah desa, serta aparat kewilayahan dalam menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Banyuwangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *